Tips Menjaga Skin Barrier Sehat dengan Skincare Klinis

Skin Barrier

Tips Menjaga Skin Barrier Tetap Sehat dengan Skincare Berbasis Klinis
Kulit yang mudah merah, kering, gatal, atau berjerawat dapat berkaitan dengan kondisi skin barrier. Perawatan yang tepat tidak hanya berfokus pada meredakan gejala, tetapi juga membantu mempertahankan fungsi pelindung kulit.

Pendekatan berbasis skin microbiome kini menjadi bagian dari perkembangan skincare modern. Salah satunya hadir melalui teknologi SynBioticBiome™ yang dikembangkan LABORÉ untuk mendukung keseimbangan microbiome dan kesehatan skin barrier.

Mengapa Skin Barrier Penting bagi Kesehatan Kulit?
Skin barrier merupakan lapisan terluar kulit yang membantu mempertahankan kelembapan. Lapisan ini juga membantu melindungi kulit dari berbagai faktor eksternal, termasuk iritan, polutan, dan mikroorganisme tertentu.

Baca Juga “Saat Ketan Hitam Sigi Disulap Jadi Skincare Tradisional…“

Ketika fungsi skin barrier terganggu, kulit dapat kehilangan kelembapan lebih cepat. Kondisi tersebut dapat membuat kulit terasa kering, mudah sensitif, dan lebih rentan mengalami iritasi.

Karena itu, menjaga skin barrier membutuhkan rutinitas perawatan yang konsisten. Penggunaan pelembap, pembersih yang sesuai, dan perlindungan dari paparan lingkungan dapat menjadi bagian penting dari rutinitas tersebut.

Apa Itu Skin Microbiome dan Apa Perannya?
Skin microbiome merupakan ekosistem mikroorganisme yang hidup pada permukaan kulit. Mikroorganisme tersebut berinteraksi dengan lingkungan kulit dan turut berhubungan dengan keseimbangan pH serta respons imun.

Ketidakseimbangan komunitas mikroorganisme kulit atau dysbiosis dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kulit. Sejumlah penelitian juga mengaitkan perubahan microbiome dengan kondisi inflamasi seperti dermatitis atopik, psoriasis, dan jerawat.

Temuan dalam International Journal of Molecular Sciences pada 2022 membahas hubungan antara skin microbiome dan berbagai penyakit kulit inflamasi. Bukti tersebut memperkuat perhatian terhadap microbiome dalam pengembangan perawatan kulit modern.

SynBioticBiome™ Menggabungkan Tiga Komponen Biotik
LABORÉ mengembangkan SynBioticBiome™ sebagai pendekatan berbasis skin microbiome. Teknologi ini mengombinasikan prebiotik, paraprobiotic, dan postbiotik dalam satu pendekatan formulasi.

Ketiga komponen tersebut memiliki karakteristik dan fungsi berbeda. Kombinasinya ditujukan untuk memberikan dukungan terhadap keseimbangan microbiome dan fungsi skin barrier.

Prebiotik Mendukung Bakteri Baik pada Kulit
Prebiotik merupakan substrat yang dapat dimanfaatkan mikroorganisme tertentu. Dalam konteks skin microbiome, komponen ini dapat membantu mendukung lingkungan yang kondusif bagi bakteri yang menguntungkan.

Pendekatan tersebut berupaya mempertahankan keberagaman dan keseimbangan ekosistem mikroorganisme pada kulit. Keseimbangan tersebut menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam kesehatan skin barrier.

Paraprobiotic Membantu Mendukung Respons Kulit
Paraprobiotic merujuk pada sel mikroba yang sudah tidak hidup, tetapi komponen atau strukturnya masih dapat berinteraksi dengan sistem biologis tubuh.

Salah satu bahan yang digunakan dalam pendekatan ini adalah Bifida Ferment Lysate. Bahan tersebut dikenal dalam formulasi skincare untuk membantu mendukung fungsi skin barrier dan ketahanan kulit.

Penggunaan komponen non-hidup juga memberikan keuntungan dari sisi stabilitas formulasi. Namun, manfaat setiap bahan tetap bergantung pada konsentrasi, formulasi, dan karakteristik produk secara keseluruhan.

Postbiotik Memberikan Senyawa Bioaktif
Postbiotik merupakan komponen atau metabolit yang dihasilkan melalui proses fermentasi mikroorganisme. Komponen tersebut dapat memberikan manfaat fungsional bagi kulit tanpa harus menggunakan mikroorganisme hidup.

Dalam formulasi skincare, postbiotik dapat digunakan untuk mendukung hidrasi, kenyamanan kulit, dan fungsi barrier. Hyaluronic acid juga dapat diperoleh melalui proses fermentasi dan digunakan sebagai bahan pelembap dalam berbagai produk.

Bukti Klinis LABORÉ Dipresentasikan di Forum Dermatologi
Pendekatan microbiome yang dikembangkan LABORÉ juga menjadi bagian dari materi ilmiah pada Simposium PIT XXI PERDOSKI Yogyakarta 2026.

Simposium tersebut berlangsung pada 7 Agustus 2026 di Yogyakarta Marriott Hotel Ballroom. Salah satu sesi membahas topik “Synbiotics for Skin Resilience: Clinical Evidence on Barrier Repair, Microbiome Balance, and Skin Recovery”.

Forum tersebut mempertemukan dermatolog dan akademisi untuk membahas perkembangan ilmu dermatologi. Berdasarkan informasi yang tersedia, sesi tersebut melibatkan hingga 500 peserta.

Tiga studi mengenai produk LABORÉ turut dipresentasikan oleh dokter spesialis dermatologi Indonesia. Studi tersebut mencakup dermatitis atopik, psoriasis vulgaris, dan pemulihan setelah laser fraksional Er:YAG.

Studi Barrier Revive Cream pada Dermatitis Atopik
Dr. dr. Menul Ayu Umborowati, Sp. DVE., Subsp. DAI, mempresentasikan penelitian mengenai penggunaan pelembap pada dermatitis atopik ringan hingga sedang.

Studi tersebut mengevaluasi LABORÉ Barrier Revive Cream selama 14 hari. Berdasarkan data yang disampaikan, produk menunjukkan hasil lebih baik dibandingkan pelembap pembanding pada beberapa parameter yang dinilai.

Salah satu hasil yang dilaporkan adalah peningkatan hidrasi kulit hingga 83,7%. Studi tersebut juga melaporkan perbaikan tingkat keparahan dermatitis atopik.

Hasil tersebut memberikan gambaran mengenai potensi penggunaan pelembap sebagai bagian dari perawatan kulit dengan gangguan barrier. Namun, hasil studi tidak menggantikan diagnosis dan terapi yang diberikan dokter.

Studi TopiCalm Cream pada Psoriasis Vulgaris
Prof. Dr. dr. Cita Rosita S. Prakoeswa, Sp. DVE., Subsp. DAI., MARS, mempresentasikan studi mengenai microbiome moisturizer pada pasien psoriasis vulgaris.

Penelitian tersebut membandingkan LABORÉ TopiCalm Cream dengan pelembap non-microbiome. Evaluasi mencakup komposisi dan keragaman microbiota kulit, fungsi skin barrier, serta Psoriasis Area and Severity Index atau PASI.

Berdasarkan data yang disampaikan, penggunaan TopiCalm Cream berkaitan dengan penurunan tingkat keparahan psoriasis. Penelitian juga melaporkan peningkatan kelembapan kulit sebesar 2,05 kali dalam 14 hari.

Setelah 28 hari, peningkatan kelembapan yang dilaporkan mencapai 5,26 kali lipat. Temuan tersebut menunjukkan potensi formulasi dalam mendukung perawatan kulit pasien psoriasis.

Studi Pemulihan Kulit Setelah Laser Er:YAG
Penelitian lain mengevaluasi penggunaan LABORÉ TopiCalm Cream setelah prosedur laser fraksional Er:YAG.

Studi tersebut menggunakan desain randomized investigator-blinded split-face study. Setelah 14 hari, kelompok yang menggunakan produk menunjukkan perbaikan klinis yang lebih besar dibandingkan plasebo.

Data yang disampaikan juga menunjukkan penurunan eritema sebesar 90% setelah tujuh hari. Sebanyak 85% subjek dilaporkan mencapai perbaikan klinis yang bermakna.

Hasil tersebut memberikan tambahan bukti mengenai penggunaan moisturizer dalam mendukung pemulihan kulit setelah prosedur. Pemilihan produk setelah tindakan laser tetap perlu disesuaikan dengan rekomendasi tenaga medis.

Pilihan Moisturizer untuk Mendukung Skin Barrier
LABORÉ menyediakan beberapa produk yang menggunakan pendekatan microbiome dalam formulasi perawatan kulit. Dua produk yang disebut dalam studi tersebut adalah Barrier Revive Cream dan TopiCalm Cream.

LABORÉ Barrier Revive Cream untuk Kulit Sensitif
LABORÉ Barrier Repair Cream Sensitive Skin Care BiomeRepair™ merupakan moisturizer yang ditujukan untuk kulit kering dan sensitif.

Produk tersebut menggunakan SynBioticBiome™ yang mengombinasikan tiga komponen biotik. Formulanya juga dilengkapi Revive Complex untuk membantu meningkatkan hidrasi dan memberikan kenyamanan pada kulit sensitif.

Berdasarkan informasi produk, formulasi tersebut dirancang untuk membantu meredakan tanda kulit sensitif. Klaim manfaat produk sebaiknya tetap dipahami sesuai petunjuk penggunaan dan hasil evaluasi klinis yang tersedia.

LABORÉ TopiCalm Cream untuk Kulit Sangat Sensitif
LABORÉ TopiCalm Cream merupakan moisturizer yang diformulasikan dengan Encapsulated Microbiome dan vitamin B12.

Baca Juga “Dari Rutinitas ke Gaya Hidup, Skincare Kini Makin Dekat dengan Generasi Digital“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *