Ube Tak Hanya Populer di Kuliner, Potensinya untuk Skincare Mulai Diteliti
Ube atau uwi ungu (Dioscorea alata) tengah populer sebagai bahan berbagai makanan dan minuman. Warna ungunya yang khas serta teksturnya yang pulen membuat umbi ini banyak digunakan dalam dessert dan minuman kekinian.
Popularitas ube ternyata tidak hanya berkaitan dengan dunia kuliner. Kandungan senyawa antioksidannya membuat ube mulai mendapat perhatian sebagai bahan yang berpotensi mendukung kesehatan kulit.
Namun, potensi tersebut perlu dipahami secara proporsional. Bukti mengenai manfaat ube sebagai makanan cukup menarik, sedangkan penggunaannya sebagai bahan aktif skincare masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Ube Mengandung Antosianin dengan Aktivitas Antioksidan
Salah satu komponen yang menarik dari ube adalah antosianin. Senyawa pigmen alami ini memberikan warna ungu pada sejumlah tanaman dan dikenal memiliki aktivitas antioksidan.
Baca Juga “Korean Beauty Mulai Bergeser, Tak Lagi Sekadar Skincare“
Penelitian yang dipublikasikan melalui ScienceDirect melaporkan bahwa purple yam atau ube asal Filipina mengandung sekitar 9 hingga 38 miligram antosianin per 100 gram sajian.
Kadar tersebut menunjukkan adanya kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan aktivitas antioksidan. Antioksidan membantu menangkal radikal bebas yang dapat berkontribusi terhadap kerusakan sel.
Dalam konteks kesehatan kulit, aktivitas antioksidan menjadi salah satu aspek yang menarik untuk dikaji. Paparan faktor lingkungan seperti radiasi ultraviolet dan polusi dapat meningkatkan stres oksidatif pada kulit.
Dokter Menilai Ube Menarik sebagai Bahan Pendukung Skincare
Dokter Arini menilai ube memiliki potensi untuk dikaji sebagai supporting antioxidant ingredient dalam produk perawatan kulit.
Potensi tersebut terutama berkaitan dengan kandungan antioksidan yang dimilikinya. Namun, keberadaan antioksidan dalam bahan pangan tidak otomatis membuat bahan tersebut efektif ketika diaplikasikan pada kulit.
“Namun, kandungan antioksidan dalam suatu makanan tidak otomatis efektif ketika dijadikan skincare,” jelas dr Arini.
Menurutnya, pengembangan ube sebagai bahan kosmetik harus mempertimbangkan berbagai aspek formulasi. Faktor tersebut mencakup stabilitas bahan, konsentrasi, kemampuan penetrasi, pH, serta aktivitas senyawa setelah produk selesai dibuat.
Kandungan Antioksidan pada Makanan Tidak Sama dengan Efek Skincare
Perbedaan antara konsumsi makanan dan penggunaan bahan kosmetik penting untuk dipahami. Ketika ube dikonsumsi, tubuh memproses berbagai nutrisi dan senyawa yang terkandung di dalamnya.
Sementara itu, produk skincare membutuhkan bahan aktif yang dapat bekerja pada target kulit tertentu. Bahan tersebut juga harus memiliki konsentrasi yang sesuai dan tetap stabil selama penyimpanan.
Formulasi turut menentukan apakah senyawa aktif dapat mencapai lapisan kulit yang menjadi target. Karena itu, hasil penelitian mengenai kandungan suatu tanaman belum cukup untuk membuktikan efektivitasnya sebagai produk perawatan kulit.
Uji Klinis Ube sebagai Bahan Skincare Masih Terbatas
Hingga saat ini, belum terdapat uji klinis yang membuktikan bahwa ube dapat digunakan sebagai bahan aktif skincare dengan manfaat tertentu pada manusia.
Kondisi tersebut membuat klaim mengenai ube sebagai bahan pencerah atau antipenuaan kulit perlu disikapi secara hati-hati. Bukti dari penelitian laboratorium atau analisis kandungan belum dapat menggantikan hasil uji klinis.
Penelitian lanjutan perlu mengevaluasi keamanan dan efektivitas ekstrak ube dalam formulasi kosmetik. Peneliti juga perlu menentukan konsentrasi optimal dan memastikan senyawa aktif tetap stabil selama penggunaan.
Konsumsi Ube Tetap Dapat Mendukung Pola Makan Sehat
Walaupun manfaat ube sebagai bahan skincare masih dalam tahap penelitian, umbi ini tetap dapat menjadi bagian dari pola makan beragam dan seimbang.
Dr Arini menyebut ube sebagai makanan bernutrisi yang mengandung serat dan berbagai fitonutrien. Kandungan tersebut membuat ube menarik untuk dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.
“Ube adalah makanan bernutrisi dengan kandungan antioksidan yang menarik. Silakan dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat karena mengandung serat dan berbagai fitonutrien,” tuturnya.
Pola makan sehat secara keseluruhan memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan tubuh, termasuk kulit. Namun, konsumsi satu jenis makanan tidak dapat dianggap sebagai pengganti perawatan kulit atau terapi medis.
Riset Ube untuk Skincare Masih Membutuhkan Pembuktian
Ube memiliki karakteristik yang menarik untuk dikembangkan dalam penelitian bahan kosmetik, terutama karena kandungan antosianinnya. Popularitasnya sebagai bahan pangan juga dapat membuka peluang eksplorasi bahan alami dari sumber daya lokal.
Meski demikian, klaim manfaat skincare membutuhkan bukti yang lebih kuat. Penelitian formulasi, uji keamanan, serta uji klinis pada manusia menjadi tahapan penting sebelum ube dapat diposisikan sebagai bahan aktif kosmetik.
Untuk saat ini, ube lebih tepat dipandang sebagai pangan bernutrisi dengan kandungan senyawa bioaktif yang menjanjikan. Potensinya dalam produk skincare masih menjadi bidang penelitian yang perlu dibuktikan melalui kajian ilmiah lebih lanjut.
Baca Juga “Pengaruh Influencer Bikin Remaja Kalap Pakai Kosmetik dan Skincare?“