Outer Biosciences Gunakan AI untuk Riset Skincare
Outer Biosciences tengah mengembangkan pendekatan baru untuk riset perawatan kulit dengan menggabungkan kecerdasan buatan atau AI dan jaringan kulit manusia yang tetap hidup di luar tubuh.
Startup yang dipimpin Michael Polansky tersebut mengembangkan platform bernama YUNA. Platform ini menggunakan jaringan kulit manusia dengan ketebalan penuh yang menurut perusahaan dapat dipertahankan tetap hidup hingga sekitar empat minggu.
Pendekatan tersebut ditujukan untuk membantu menemukan mekanisme biologis dan bahan aktif baru untuk kesehatan kulit. Outer Biosciences menilai model jaringan manusia dapat memberikan informasi yang lebih relevan dibandingkan pengujian yang hanya mengandalkan kultur sel atau prediksi komputasional.
Baca Juga “Pakai Skincare Berlapis Berisiko Picu Beauty Burnout“
Michael Polansky Bangun Outer Biosciences di Bidang Bioteknologi
Michael Polansky dikenal publik sebagai pasangan Lady Gaga. Di luar sorotan tersebut, ia merupakan CEO Outer Biosciences dan memiliki latar belakang di bidang teknologi, investasi, serta riset biomedis.
Outer Biosciences didirikan pada 2020. Polansky terlibat sebagai eksekutif dan direktur perusahaan tersebut.
Perusahaan kini secara terbuka menempatkan pengembangan kesehatan kulit sebagai fokus utama. Timnya menggabungkan ilmuwan, ahli komputasi, dan teknologi otomatisasi untuk membangun sistem penemuan bahan aktif berbasis data biologis manusia.
YUNA Menjaga Jaringan Kulit Tetap Hidup Selama Berminggu-minggu
Teknologi utama Outer Biosciences adalah YUNA, model jaringan kulit manusia dengan ketebalan penuh. Model tersebut mempertahankan lapisan epidermis dan dermis serta sejumlah jenis sel yang terdapat pada kulit.
Outer Biosciences menyatakan YUNA dapat mempertahankan kelangsungan hidup jaringan selama lebih dari 30 hari. Durasi tersebut lebih panjang dibandingkan sejumlah model kulit luar tubuh konvensional yang hanya dapat digunakan dalam waktu lebih singkat.
Durasi yang lebih panjang memungkinkan peneliti mengamati proses biologis yang membutuhkan waktu. Contohnya termasuk peradangan, penuaan, pembentukan kolagen, perubahan matriks kulit, dan pemulihan jaringan.
AI Membantu Menyaring Kandidat Bahan Aktif
AI digunakan Outer Biosciences untuk mempercepat proses pencarian senyawa yang berpotensi memberikan manfaat bagi kulit. Model machine learning perusahaan dilatih menggunakan data yang dihasilkan dari platform risetnya sendiri.
Outer Biosciences menyebut model tersebut dapat melakukan prapenyaringan terhadap ratusan juta senyawa. Setiap senyawa yang diuji juga dapat menghasilkan berbagai titik data biologis.
Data tersebut dapat mencakup informasi transkriptomik, biokimia, dan histologi. AI kemudian membantu menentukan kandidat yang paling menjanjikan sebelum senyawa masuk ke tahap pengujian jaringan manusia.
Riset Menggabungkan AI, Robot, dan Jaringan Kulit Manusia
Proses penemuan bahan aktif Outer Biosciences tidak hanya mengandalkan AI. Perusahaan menggabungkan prediksi komputasional dengan penyaringan otomatis dan validasi menggunakan jaringan kulit manusia.
Pertama, model AI memprediksi kandidat berdasarkan struktur kimia dan kemungkinan aktivitas biologisnya. Kandidat terpilih kemudian masuk ke pengujian berbasis sel menggunakan sistem otomatis.
Senyawa yang menunjukkan hasil menjanjikan dapat dilanjutkan ke pengujian menggunakan jaringan kulit manusia. Data dari eksperimen tersebut kemudian dapat digunakan kembali untuk meningkatkan kemampuan model machine learning.
Model Kulit Manusia Diharapkan Beri Data Lebih Relevan
Outer Biosciences membangun pendekatan tersebut berdasarkan persoalan yang dihadapi riset skincare. Model sel sederhana tidak selalu dapat menggambarkan kompleksitas jaringan kulit manusia secara utuh.
Perusahaan juga menilai pengujian jaringan kulit yang berlangsung terlalu singkat dapat menyulitkan peneliti mengamati proses biologis jangka panjang.
Dengan mempertahankan jaringan selama beberapa minggu, peneliti dapat melakukan pengamatan longitudinal. Pendekatan tersebut dapat membantu mempelajari respons kulit terhadap bahan tertentu dalam periode yang lebih panjang.
Outer Biosciences Teliti Penuaan hingga Peradangan Kulit
Platform perusahaan tidak hanya diarahkan untuk menemukan bahan kosmetik baru. Outer Biosciences juga meneliti sejumlah mekanisme yang berkaitan dengan kesehatan kulit.
Area penelitian perusahaan mencakup fungsi skin barrier, penuaan, peradangan, regenerasi, perbaikan kulit, dan respons terhadap berbagai tekanan lingkungan.
YUNA juga dapat digunakan untuk mensimulasikan sejumlah kondisi yang memengaruhi kulit. Peneliti dapat menguji paparan sinar UVA dan UVB, gangguan skin barrier, kondisi kelembapan rendah, iritan, serta cedera jaringan.
Teknologi Ini Belum Berarti Produk Skincare Langsung Siap Dijual
Penggunaan jaringan kulit manusia dan AI dapat mempercepat tahap penemuan bahan aktif. Namun, hasil laboratorium tidak otomatis berarti sebuah bahan aman atau efektif untuk konsumen.
Kandidat yang menjanjikan tetap membutuhkan karakterisasi, pengujian keamanan, pengembangan formulasi, dan proses regulasi yang sesuai sebelum dapat digunakan dalam produk komersial.
Outer Biosciences mengembangkan proses yang memungkinkan kandidat terpilih memasuki tahap peningkatan produksi, pengembangan regulasi, serta komersialisasi.
Karena itu, teknologi tersebut lebih tepat dipandang sebagai platform penemuan dan validasi awal. Bukti keamanan dan efektivitas pada manusia tetap menjadi bagian penting sebelum klaim produk dapat dibuat.
Peluang Baru bagi Industri Skincare Berbasis Data
Pendekatan Outer Biosciences menunjukkan arah baru dalam pengembangan bahan aktif skincare. AI tidak hanya digunakan untuk menganalisis data, tetapi dipadukan dengan eksperimen biologis untuk membangun siklus pembelajaran yang terus berkembang.
Setiap eksperimen menghasilkan data baru yang dapat digunakan untuk meningkatkan prediksi berikutnya. Konsep tersebut berpotensi membantu peneliti menyaring kandidat secara lebih efisien sekaligus memahami mekanisme kerja suatu senyawa.
Perusahaan juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan bioteknologi, farmasi, kecantikan, perawatan pribadi, dan pemasok bahan aktif.
Masa Depan Riset Skincare Mengarah pada Model Kulit yang Lebih Manusiawi
Outer Biosciences membawa gagasan bahwa pengembangan skincare dapat menggabungkan AI dengan model biologis yang semakin mendekati kondisi manusia.
Teknologi tersebut belum menggantikan seluruh tahapan pengujian produk. Namun, kemampuan mempertahankan jaringan kulit selama berminggu-minggu membuka peluang untuk mempelajari proses yang sulit diamati melalui model jangka pendek.
Jika pendekatan ini terbukti konsisten dalam penelitian dan pengembangan produk, AI dapat berperan lebih besar dalam mempercepat pencarian bahan aktif.
Pada saat yang sama, penggunaan jaringan manusia dapat membantu industri memahami respons kulit dengan konteks biologis yang lebih lengkap. Perkembangan tersebut berpotensi mendorong riset skincare menjadi lebih berbasis data, terukur, dan relevan dengan kondisi biologis manusia.
Baca Juga “Revolusi Skinimalism 2026: Saat Lini Skincare Mereduksi Rutinitas Jadi Lebih Efektif!“