Dokter Sarankan Produk Non-Comedogenic untuk Kulit Berjerawat

Produk Non-Comedogenic

Dokter Sarankan Produk Non-Comedogenic untuk Kulit Berjerawat

Memilih skincare untuk kulit berjerawat perlu memperhatikan kondisi kulit dan kandungan produk. Label “untuk acne” pada kemasan tidak otomatis menjamin produk cocok untuk semua orang dengan jerawat.

Kulit berjerawat dapat muncul pada berbagai tipe kulit. Sebagian orang memiliki kulit berminyak, sementara lainnya mengalami jerawat dengan kondisi kulit yang cenderung kering.

Baca Juga “Rekomendasi Skincare untuk Umur 11 Tahun yang Aman dan Mudah

Kesalahan memilih produk dapat meningkatkan risiko iritasi atau membuat pori lebih mudah tersumbat. Karena itu, rutinitas perawatan sebaiknya dibuat sederhana dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit.

Dokter Ingatkan Risiko Produk yang Memicu Iritasi

Dokter spesialis kulit dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK, menjelaskan pentingnya memilih produk yang tidak memperburuk kondisi kulit. Ia menyampaikan hal tersebut dalam podcast Beauty Health bertema “Percaya Diri Atasi Jerawat” di kanal YouTube Tribun Health.

Menurutnya, kulit berjerawat tetap membutuhkan perawatan. Namun, penggunaan produk secara berlebihan justru dapat memicu masalah baru.

“Produk-produk yang perlu dihindari pada kulit berjerawat tentunya sabun misalnya dengan scrub, butirannya gede-gede, itu meningkatkan risiko iritasi,” jelas Ammarilis.

Eksfoliasi fisik dengan butiran kasar dapat mengiritasi kulit, terutama jika digunakan terlalu sering. Saat kulit mengalami iritasi, kondisi jerawat dapat menjadi lebih sulit dikendalikan.

Pilih Skincare yang Tidak Menyumbat Pori

Ammarilis juga menekankan pentingnya memperhatikan produk yang digunakan sepanjang hari. Produk yang terlalu oklusif atau berpotensi menyumbat pori dapat menjadi pertimbangan penting bagi orang yang rentan mengalami komedo.

Menurutnya, jerawat dapat bermula dari terbentuknya mikrokomedo. Kondisi tersebut terjadi ketika saluran keluar folikel tersumbat dan kemudian berkembang menjadi lesi jerawat.

“Jangan ditambah dengan produk-produk yang istilahnya covering, menutup pori-pori, sepanjang hari dan setiap hari,” ujarnya.

Istilah non-comedogenic pada produk menunjukkan bahwa produk tersebut dirancang agar tidak mudah menyumbat pori. Namun, label tersebut bukan jaminan bahwa seseorang pasti terbebas dari jerawat.

Respons kulit setiap orang dapat berbeda. Karena itu, pengguna tetap perlu memperhatikan perubahan kondisi kulit setelah mencoba produk baru.

Gunakan Pembersih Wajah yang Lembut

Pembersih wajah menjadi salah satu produk dasar dalam rutinitas kulit berjerawat. Dokter menyarankan pembersih yang tidak terlalu keras dan dapat digunakan secara teratur.

Membersihkan wajah secara berlebihan tidak selalu membuat jerawat lebih cepat hilang. Penggunaan produk yang terlalu keras dapat mengganggu lapisan pelindung kulit dan menyebabkan rasa kering atau iritasi.

American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan orang dengan kulit berjerawat mencuci wajah secara lembut hingga dua kali sehari. Penggunaan pembersih yang abrasif atau menggosok kulit terlalu kuat justru dapat memperburuk iritasi. (aad.org)

Karena itu, rutinitas pembersihan sebaiknya berfokus pada kebersihan tanpa membuat kulit terasa tertarik atau perih setelah mencuci wajah.

Bahan Aktif Dapat Disesuaikan dengan Kondisi Kulit

Sejumlah bahan aktif dapat ditemukan dalam produk untuk kulit berjerawat. Beberapa di antaranya adalah salicylic acid atau BHA, benzoyl peroxide, niacinamide, dan azelaic acid.

Salicylic acid membantu membuka pori yang tersumbat dan mengangkat sel kulit mati. Benzoyl peroxide dapat membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat dan peradangan. AAD memasukkan kedua bahan tersebut dalam pilihan terapi jerawat yang telah digunakan secara luas. (aad.org)

Azelaic acid juga dapat digunakan untuk membantu mengatasi jerawat dan perubahan warna kulit setelah peradangan. Sementara itu, niacinamide sering digunakan dalam produk skincare untuk mendukung fungsi skin barrier.

Pemilihan bahan aktif sebaiknya mempertimbangkan jenis jerawat dan toleransi kulit. Pengguna juga sebaiknya tidak langsung menggunakan banyak bahan aktif sekaligus.

Pelembap Ringan Tetap Penting untuk Kulit Berjerawat

Kulit berjerawat tetap membutuhkan pelembap. Perawatan jerawat tertentu dapat menyebabkan kulit kering sehingga pelembap membantu mempertahankan kenyamanan dan fungsi lapisan pelindung kulit.

Ammarilis menyarankan penggunaan pelembap dengan tekstur ringan dan berbasis air. Produk non-comedogenic dapat menjadi pilihan bagi orang yang rentan mengalami komedo.

AAD juga menyarankan penggunaan pelembap yang sesuai untuk kulit berjerawat. Pelembap dapat membantu kulit lebih mampu mentoleransi bahan seperti benzoyl peroxide, salicylic acid, atau retinoid yang berpotensi menyebabkan kekeringan. (aad.org)

Pelembap tidak perlu membuat kulit terasa sangat berminyak. Pengguna dapat memilih tekstur gel atau lotion ringan sesuai kondisi kulit dan kenyamanan.

Jangan Mengandalkan Label Skincare Saja

Label “acne”, “anti-acne”, atau “non-comedogenic” dapat membantu konsumen memilih produk. Namun, label tersebut tetap perlu dipertimbangkan bersama daftar bahan, tekstur, frekuensi penggunaan, dan kondisi kulit.

Produk yang cocok bagi satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain. Reaksi terhadap bahan tertentu juga dapat berbeda berdasarkan sensitivitas kulit dan kondisi jerawat.

Karena itu, pengguna sebaiknya memperkenalkan produk baru secara bertahap. Hindari menambahkan banyak produk aktif dalam waktu bersamaan agar penyebab iritasi lebih mudah diketahui.

Konsultasi Dokter Jika Jerawat Tidak Membaik

Perawatan mandiri dapat membantu kasus jerawat ringan. Namun, jerawat yang menetap, semakin meradang, terasa nyeri, atau meninggalkan bekas memerlukan penanganan yang lebih terarah.

AAD menyarankan konsultasi dengan dokter kulit apabila jerawat tidak membaik dengan perawatan tanpa resep. Dokter dapat menentukan jenis jerawat dan memilih terapi berdasarkan tingkat keparahan serta kondisi pasien. (aad.org)

Dengan demikian, memilih skincare untuk kulit berjerawat bukan sekadar mencari produk dengan klaim anti-acne. Pembersih yang lembut, pelembap ringan, produk non-comedogenic, dan bahan aktif yang sesuai dapat membantu membangun rutinitas yang lebih aman.

Konsistensi juga menjadi faktor penting dalam perawatan. Jika kondisi kulit tidak membaik atau justru memburuk, evaluasi dokter kulit dapat membantu menentukan langkah berikutnya secara lebih tepat.

Baca Juga “Wardah A.M Club 2026 Dorong Skincare Bagian Dari Active Lifestyle

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *