Dokter Kulit Ungkap Kesalahan Skincare Pria yang Bisa Memicu Masalah Kulit
Banyak pria menganggap perawatan kulit cukup dilakukan dengan langkah sederhana, seperti mencuci wajah, memakai pelembap, dan menggunakan tabir surya. Namun, kebiasaan tersebut dapat menjadi kurang efektif apabila dilakukan tanpa memahami kebutuhan kulit.
Dokter spesialis kulit mengingatkan bahwa kesalahan dalam rutinitas skincare dapat memicu berbagai gangguan, mulai dari jerawat, kulit kering, iritasi, hingga masalah kulit yang membutuhkan penanganan medis.
Menurut dokter spesialis kulit sekaligus Chief Scientific Officer Dr TWL Asian Skin Research Institute, Teo Wan Lin, pria memiliki karakteristik kulit yang berbeda dibandingkan wanita. Kadar hormon testosteron yang lebih tinggi membuat produksi minyak pada kulit pria cenderung lebih banyak.
Baca Juga “Dokter Didorong Perkuat Pemahaman Medical-Grade Skincare“
Produksi minyak berlebih dapat menyebabkan pori-pori lebih mudah tersumbat. Kondisi tersebut meningkatkan risiko munculnya jerawat, komedo, serta peradangan pada kulit.
Produksi Minyak Tinggi Membuat Pria Perlu Memahami Perawatan Kulit
Kulit pria umumnya memiliki lapisan yang lebih tebal dan tingkat produksi sebum lebih tinggi. Karena itu, pemilihan produk dan kebiasaan perawatan perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.
Dokter spesialis kulit Stephanie Ho mengatakan masih banyak pria yang memiliki pemahaman keliru mengenai perawatan kulit. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap kulit berminyak harus dibersihkan sesering mungkin.
“Kesalahpahaman yang paling sering saya temui adalah mencuci wajah terlalu sering saat kulit berminyak, menganggap pola makan dan gaya hidup tidak memengaruhi kulit, serta berpikir semua perubahan kulit hanyalah bagian dari penuaan,” ujar Stephanie Ho.
Ia menjelaskan bahwa kesehatan kulit tidak hanya ditentukan oleh produk skincare. Faktor gaya hidup, pola makan, dan kondisi kesehatan tubuh juga dapat memengaruhi tampilan serta kondisi kulit.
Terlalu Sering Mencuci Wajah Dapat Merusak Pelindung Kulit
Salah satu kesalahan umum pria adalah mencuci wajah terlalu sering karena ingin mengurangi minyak berlebih. Kebiasaan ini justru dapat mengganggu keseimbangan alami kulit.
Stephanie Ho menjelaskan bahwa mencuci wajah secara berlebihan dapat menghilangkan lapisan pelindung alami kulit. Akibatnya, kulit dapat menjadi kering, sensitif, dan mengalami iritasi.
Dalam kondisi tertentu, kulit juga dapat meningkatkan produksi minyak sebagai respons terhadap hilangnya kelembapan alami. Hal ini justru dapat membuat wajah terlihat semakin berminyak.
Dokter menyarankan pria membersihkan wajah dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari. Wajah juga perlu dibersihkan setelah berolahraga atau berkeringat untuk menghilangkan kotoran dan minyak berlebih.
Pola Makan dan Gaya Hidup Ikut Memengaruhi Kondisi Kulit
Banyak pria hanya berfokus pada produk skincare dan mengabaikan faktor lain yang memengaruhi kesehatan kulit. Padahal, kurang tidur, stres, kebiasaan merokok, serta konsumsi alkohol berlebihan dapat membuat kondisi kulit menurun.
Pola makan juga memiliki peran penting. Stephanie Ho menyebut konsumsi protein whey yang banyak digunakan untuk mendukung pembentukan otot dapat memicu jerawat pada sebagian orang.
Protein whey diduga dapat meningkatkan produksi minyak sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat. Jika jerawat muncul setelah mengonsumsi suplemen tersebut, penggunaan protein nabati dapat menjadi alternatif yang dipertimbangkan.
Selain memakai skincare yang sesuai, menjaga pola makan seimbang, tidur cukup, berolahraga rutin, dan mengelola stres menjadi bagian penting dari perawatan kulit jangka panjang.
Perubahan Kulit Tidak Selalu Berkaitan dengan Penuaan
Sebagian pria menganggap perubahan kulit sebagai bagian normal dari bertambahnya usia. Padahal, beberapa tanda tertentu dapat menunjukkan adanya masalah kesehatan kulit.
Kerutan halus memang merupakan bagian dari proses penuaan alami. Namun, kemerahan yang berlangsung lama dapat menjadi tanda kondisi seperti rosacea, yaitu gangguan kulit yang menyebabkan wajah tampak merah dan lebih sensitif.
Perubahan bentuk atau warna tahi lalat serta luka yang tidak kunjung sembuh juga perlu mendapat perhatian. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda masalah kulit yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Stephanie Ho menyarankan masyarakat segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami jerawat yang tidak membaik, kemerahan berkepanjangan, perubahan tahi lalat, atau luka yang sulit sembuh.
Deteksi lebih awal dapat membantu mencegah komplikasi, mengurangi risiko bekas jerawat permanen, serta membantu menemukan gangguan kulit serius sejak dini.
Pelembap Tetap Dibutuhkan Pria dengan Kulit Berminyak
Sebagian pria masih menghindari penggunaan pelembap karena khawatir produk tersebut menyebabkan jerawat. Teo Wan Lin menilai anggapan tersebut tidak tepat.
Menurutnya, pelembap tidak otomatis menyebabkan jerawat selama produk dipilih sesuai jenis kulit. Pelembap berfungsi menjaga kelembapan dan membantu mempertahankan fungsi pelindung kulit.
Untuk kulit berminyak, produk dengan tekstur ringan seperti gel atau losion lebih sesuai karena tidak memberikan rasa berat pada wajah. Sementara itu, kulit kering biasanya membutuhkan pelembap dengan tekstur lebih kaya.
Pemilihan produk berdasarkan kondisi kulit menjadi kunci agar manfaat skincare dapat dirasakan secara optimal.
Kesehatan Kulit Kepala Juga Perlu Mendapat Perhatian
Perawatan kulit pria tidak hanya berfokus pada wajah. Kulit kepala juga menjadi bagian penting yang perlu dijaga karena dapat memengaruhi kondisi kulit di sekitar dahi dan garis rambut.
Teo Wan Lin menjelaskan bahwa cuaca panas dan lembap dapat meningkatkan pertumbuhan jamur alami pada kulit kepala. Pada individu dengan produksi minyak tinggi, kondisi tersebut dapat memicu munculnya benjolan kecil yang sering disebut fungal acne.
Untuk membantu mengatasi masalah tersebut, beberapa sampo antiketombe dengan kandungan seperti ketoconazole, selenium sulfide, zinc pyrithione, atau ciclopirox olamine dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Namun, penggunaan produk perawatan kulit kepala tetap perlu mengikuti petunjuk pemakaian agar tidak menyebabkan kulit menjadi terlalu kering atau mengalami iritasi.
Perawatan Skincare Pria Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Kulit
Perawatan kulit bukan hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari menjaga kesehatan. Kesalahan dalam memilih produk atau menerapkan kebiasaan skincare dapat meningkatkan risiko gangguan kulit.
Dengan memahami karakteristik kulit, menjaga pola hidup sehat, dan berkonsultasi dengan dokter ketika mengalami masalah tertentu, pria dapat membangun rutinitas perawatan yang lebih efektif.
Pendekatan berbasis edukasi dan diagnosis menjadi langkah penting agar penggunaan skincare tidak hanya mengikuti tren, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Baca Juga “Perawatan Kulit Saat Liburan, Ini Skincare Yang Wajib Dibawa Agar Kulit Tetap Sehat“