Mengapa Rutinitas Skincare Membantu Kelola Stres?

Rutinitas

Mengapa Rutinitas Skincare Dapat Membantu Mengelola Stres?

Di tengah jadwal kerja yang padat dan tekanan aktivitas sehari-hari, banyak orang mencari cara sederhana untuk menjaga kesehatan mental. Selain olahraga, meditasi, atau mengurangi waktu bermain media sosial, rutinitas skincare juga dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengelola stres. Jika dilakukan dengan penuh kesadaran, perawatan kulit bukan hanya menjaga kesehatan wajah, tetapi juga menghadirkan momen untuk beristirahat sejenak dari berbagai tuntutan.

Baca Juga “Mesa Beauty Hadirkan Skincare Herbal, Utamakan Keamanan dan Edukasi Perawatan Kulit

Praktik ini dikenal sebagai mindful skincare, yaitu melakukan setiap tahapan perawatan kulit dengan fokus pada momen yang sedang dijalani. Aktivitas sederhana seperti membersihkan wajah, mengoleskan pelembap, atau memakai tabir surya dapat membantu seseorang mengalihkan perhatian dari tekanan yang sedang dirasakan. Sentuhan lembut pada kulit juga mampu menciptakan sensasi rileks sehingga tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang.

Mindful Skincare Menjadi Waktu Jeda di Tengah Kesibukan

Mental Health Counselor Sasya Sava menjelaskan bahwa rutinitas skincare dapat menjadi waktu singkat untuk berhenti sejenak dari tekanan sehari-hari. Menurutnya, momen tersebut memberi kesempatan bagi seseorang untuk kembali memperhatikan kondisi diri, meskipun hanya beberapa menit.

“Saking stresnya, apa yang bisa dia lakukan di waktu yang sempit, yakni merawat kulit sebagai momen untuk ‘berhenti’,” ujar Sasya saat ditemui dalam acara Lightplus Lightperience Picnic 2026 di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026).

Menurut Sasya, manfaat tersebut akan lebih terasa ketika setiap langkah perawatan dilakukan tanpa terburu-buru. Fokus pada sensasi produk yang menyentuh kulit dapat membantu mengurangi ketegangan dan membuat pikiran lebih terkendali.

Mirroring Therapy dan Afirmasi Positif Membantu Kesadaran Diri

Sasya juga mengenalkan praktik mirroring therapy, yaitu melihat diri sendiri di depan cermin dengan penuh kesadaran. Tujuannya bukan sekadar bercermin, melainkan mengamati kondisi diri secara jujur tanpa menghakimi.

Saat melakukan rutinitas tersebut, seseorang juga dianjurkan mengucapkan afirmasi positif. Kebiasaan ini dipercaya dapat mengurangi negative self-talk yang sering muncul akibat kelelahan, tekanan pekerjaan, maupun kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial.

“Afirmasi itu untuk memprogram ulang kepala kita, karena kepala kita suka membicarakan hal-hal yang negatif. Efeknya harga diri meningkat dan melihat diri sendiri jadi lebih sadar,” kata Sasya.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep mindfulness yang banyak digunakan dalam psikologi. Mindfulness membantu seseorang memusatkan perhatian pada kondisi saat ini sehingga dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan kemampuan mengelola emosi.

Rutinitas Skincare Membantu Mengurangi Ketergantungan pada Gawai

Paparan layar dalam waktu lama membuat banyak orang sulit benar-benar hadir pada aktivitas yang sedang dilakukan. Sasya menilai rutinitas skincare dapat menjadi cara sederhana untuk mengembalikan perhatian pada dunia nyata.

Dengan merasakan tekstur produk, aroma, hingga sentuhan pada wajah, seseorang diajak kembali menyadari napas dan kondisi tubuhnya. Menurutnya, pengalaman tersebut membantu mengurangi rasa terputus dari lingkungan akibat terlalu lama berinteraksi dengan media digital.

“Kita lebih merasa kalau kita hidup. Karena kalau misalnya kita terus menggulir media sosial, itu fana,” ujarnya.

Untuk memperoleh manfaat tersebut, rutinitas skincare tidak harus rumit. Membersihkan wajah, menggunakan pelembap, dan mengaplikasikan tabir surya secara konsisten sudah cukup sebagai perawatan dasar sekaligus waktu rehat bagi pikiran.

Hindari Menggunakan Terlalu Banyak Produk Saat Kulit Bermasalah

Stres berkepanjangan juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Sebagian orang mengalami jerawat yang semakin parah, kulit lebih sensitif, hingga melemahnya skin barrier akibat meningkatnya hormon stres.

Brand Ambassador Lightplus, Xaviera Putri, mengingatkan agar tidak mengambil keputusan secara impulsif ketika menghadapi masalah kulit. Menurutnya, banyak orang langsung mencoba berbagai produk dan mencampur sejumlah bahan aktif tanpa mempertimbangkan kondisi kulit.

“Gen Z itu karena sering overwhelmed, ketika punya permasalahan kulit kadang jadinya malah mau pakai semuanya. Pakai bahan aktif ditumpuk semua,” ujar Xaviera.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan terlalu banyak bahan aktif justru berisiko merusak lapisan pelindung kulit dan memperparah iritasi. Karena itu, perawatan sebaiknya kembali pada produk dengan formula lembut yang sesuai kebutuhan kulit.

“Sebenarnya kadang yang lebih banyak itu tidak sepenuhnya benar. Pakai kandungan yang secukupnya tapi yang lembut,” katanya.

Rutinitas Sederhana Dapat Mendukung Kesehatan Mental dan Kulit

Rutinitas skincare memang bukan pengganti penanganan profesional untuk gangguan kesehatan mental. Namun, kebiasaan ini dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat yang membantu mengurangi stres apabila dilakukan secara konsisten dan penuh kesadaran.

Mengambil waktu beberapa menit setiap hari untuk merawat kulit, memperhatikan napas, dan memberikan afirmasi positif dapat menjadi bentuk perawatan diri yang bermanfaat. Dipadukan dengan istirahat yang cukup, pola makan seimbang, olahraga, dan dukungan sosial, kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menjaga kesehatan kulit sekaligus mendukung kesejahteraan mental dalam jangka panjang.

Baca Juga “Waspada Skincare Palsu Berbahaya, Ini Ciri-Ciri Kelly Pearl Cream yang Asli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *