Dokter Tilla Jelaskan Skincare dan Makeup yang Sebaiknya Dihindari Saat Jerawat
Jerawat tidak hanya dipengaruhi oleh hormon atau produksi minyak berlebih, tetapi juga kebiasaan menggunakan produk skincare dan makeup yang kurang tepat. Pemilihan kosmetik yang sesuai menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyumbatan pori sekaligus mendukung proses penyembuhan kulit berjerawat.
Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Osdatilla Esa Putri, Sp.DVE atau yang akrab disapa Dokter Tilla, menjelaskan bahwa prioritas utama bagi pemilik kulit berjerawat adalah menggunakan skincare yang sesuai dengan kondisi kulit. Sementara itu, penggunaan makeup perlu disesuaikan dan sebaiknya tidak dipakai terlalu lama.
Baca Juga “Waspada Risiko Skin Barrier Rusak karena Layering Skincare Sembarangan“
Dokter Tilla Sarankan Membatasi Penggunaan Makeup Saat Jerawat
Menurut Dokter Tilla, penggunaan makeup dalam waktu yang terlalu lama berpotensi memperburuk kondisi kulit berjerawat. Produk seperti foundation, cushion, BB cream, maupun CC cream dapat meningkatkan risiko penyumbatan pori apabila digunakan sepanjang hari tanpa dibersihkan dengan benar.
“Sebenarnya pada pasien yang kulitnya cenderung berjerawat, yang paling utama adalah penggunaan skincare yang tepat. Untuk makeup sifatnya kondisional dan biasanya tidak disarankan dipakai seharian,” jelas Dokter Tilla.
Ia menerangkan bahwa salah satu penyebab utama jerawat adalah pori-pori yang tersumbat. Ketika lapisan kosmetik terus menempel dalam waktu lama, sisa produk dapat bercampur dengan minyak dan sel kulit mati sehingga memicu munculnya jerawat baru.
Karena itu, penggunaan produk bertekstur tebal sebaiknya dibatasi, terutama jika aktivitas memungkinkan wajah tetap tampil alami.
Bedak Tabur Dinilai Lebih Aman Dibanding Foundation
Dokter Tilla menambahkan bahwa beberapa dokter kulit bahkan menyarankan pasien berjerawat untuk tidak menggunakan makeup sama sekali dalam aktivitas harian. Pilihan paling sederhana adalah memakai tabir surya sebagai perlindungan kulit dari paparan sinar ultraviolet.
Apabila ingin menggunakan riasan, bedak tabur atau compact powder dapat menjadi alternatif yang lebih ringan dibandingkan foundation atau cushion. Meski demikian, produk tersebut tetap tidak dianjurkan dipakai sepanjang hari tanpa dibersihkan.
Membersihkan wajah setelah beraktivitas juga menjadi langkah penting untuk mengangkat sisa kosmetik, minyak, dan kotoran yang dapat menyumbat pori-pori.
Penyebab Jerawat Tidak Hanya Berasal dari Kosmetik
Jerawat merupakan gangguan kulit yang muncul ketika pori-pori tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, serta kotoran. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi komedo, papula, pustula, hingga jerawat meradang yang terasa nyeri.
Selain penggunaan kosmetik yang kurang tepat, produksi sebum berlebih menjadi salah satu penyebab utama timbulnya jerawat. Perubahan hormon saat pubertas, menstruasi, atau kondisi tertentu juga dapat meningkatkan aktivitas kelenjar minyak sehingga risiko munculnya jerawat menjadi lebih besar.
Faktor genetik turut berperan dalam menentukan kerentanan seseorang terhadap jerawat. Riwayat keluarga dengan masalah kulit serupa dapat memengaruhi produksi minyak, ukuran pori-pori, hingga respons kulit terhadap peradangan.
Selain itu, stres, pola makan yang kurang seimbang, kebersihan wajah yang tidak terjaga, dan penggunaan skincare yang tidak sesuai jenis kulit juga dapat memperburuk kondisi jerawat.
Perawatan Kulit Berjerawat Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Kulit
Penanganan jerawat sebaiknya tidak hanya berfokus pada penggunaan obat atau skincare tertentu. Pemilihan produk yang tepat, kebiasaan membersihkan wajah secara rutin, serta membatasi penggunaan makeup berlapis dapat membantu menjaga kesehatan kulit.
Apabila jerawat terus berulang, terasa nyeri, atau meninggalkan bekas yang semakin luas, konsultasi dengan dokter spesialis kulit menjadi langkah yang disarankan. Penanganan yang sesuai dapat membantu mengendalikan peradangan sekaligus mencegah kerusakan kulit jangka panjang.
Profil Singkat Dokter Tilla
dr. Osdatilla Esa Putri, Sp.DVE merupakan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika yang berfokus pada penanganan penyakit kulit, kesehatan kelamin, serta prosedur estetika medis.
Ia menyelesaikan pendidikan spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Saat ini, dr. Osdatilla Esa Putri menjalankan praktik di RS PKU Muhammadiyah Surakarta dan aktif memberikan edukasi mengenai kesehatan kulit, termasuk penanganan jerawat yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.