Tren Eating Your Skincare Viral, Ahli Jelaskan Makanan Sehat Tak Bisa Gantikan Skincare
Tren “Eating Your Skincare” sedang ramai di media sosial, terutama TikTok. Banyak pengguna membagikan rutinitas konsumsi makanan tertentu yang dipercaya dapat memberikan efek kulit sehat dan glowing layaknya penggunaan skincare. Mulai dari jus wortel, ikan kaya omega-3, hingga buah tinggi vitamin C disebut mampu membantu menjaga kesehatan kulit dari dalam tubuh.
Baca Juga “Bukan Cuma Lalapan, Ternyata Kemangi Bisa Jadi Skincare Anti Inflamasi“
Konsep tersebut menarik perhatian karena dianggap lebih alami dan praktis. Banyak netizen percaya makanan bernutrisi dapat menjadi alternatif skincare untuk menjaga kulit tetap cerah, lembap, dan tampak sehat. Namun, para ahli menegaskan bahwa manfaat makanan sehat dan skincare topikal tetap memiliki fungsi yang berbeda.
Ahli Sebut Kondisi Kulit Dipengaruhi Asupan Nutrisi
Menurut Jess Sepel, tren Eating Your Skincare sebenarnya menunjukkan hubungan antara kesehatan kulit dan kondisi tubuh secara keseluruhan. Ia menjelaskan bahwa kulit dapat menjadi indikator dari kesehatan internal, terutama sistem pencernaan dan pola makan sehari-hari.
Konsumsi makanan bergizi memang membantu mendukung fungsi biologis tubuh yang berkaitan dengan kesehatan kulit. Nutrisi tertentu seperti vitamin C, omega-3, vitamin A, dan antioksidan diketahui berperan dalam produksi kolagen, regenerasi sel, serta perlindungan kulit dari radikal bebas.
Pendapat serupa juga disampaikan Alicia Gonzalez-Fernandez. Menurutnya, pola makan sehat dapat membantu menjaga kondisi kulit agar tetap optimal.
“Diet sehat memang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit,” jelas Gonzalez-Fernandez.
Tren tersebut semakin populer karena banyak orang mulai mencari pendekatan perawatan kulit yang dianggap lebih natural dan minim bahan kimia. Tidak sedikit pengguna media sosial yang mulai mengganti konsumsi camilan tidak sehat dengan makanan kaya nutrisi demi mendapatkan kulit lebih glowing.
Nutrisi dari Makanan dan Skincare Memiliki Fungsi Berbeda
Meski makanan sehat bermanfaat untuk kulit, para ahli mengingatkan bahwa efeknya tidak sama dengan skincare yang diaplikasikan langsung ke permukaan kulit. Nutrisi dari makanan bekerja melalui proses metabolisme tubuh, sedangkan skincare topikal dirancang untuk bekerja langsung pada lapisan kulit tertentu.
Lorraine Perretta menjelaskan bahwa konsumsi nutrisi tertentu memang dapat mendukung kesehatan kulit dari dalam tubuh. Namun, hal tersebut tidak berarti skincare menjadi tidak diperlukan.
“Perawatan kulit secara oral memang bisa didukung dengan konsumsi suplemen yang membantu kesehatan kulit,” ujar Perretta.
Beberapa penelitian klinis juga menunjukkan bahwa vitamin C, karotenoid, dan polifenol dapat membantu memperkuat skin barrier jika dikonsumsi secara rutin. Nutrisi tersebut membantu menjaga kelembapan kulit sekaligus mendukung proses perbaikan sel.
Namun, ahli herbal medis dan nutrisionis Nicola Bradshaw menilai tren di media sosial sering menyederhanakan proses ilmiah di balik kesehatan kulit.
“Ilmu di balik tren Eating Your Skincare tidak sesederhana yang ditampilkan di media sosial,” kata Bradshaw.
Ia menjelaskan bahwa wortel memang mengandung vitamin A atau retinoid alami, tetapi efeknya berbeda dengan retinol topikal yang digunakan dalam skincare. Hal serupa juga berlaku pada vitamin C dari buah jeruk yang tidak bekerja sama seperti serum vitamin C untuk kulit.
Skincare dan Pola Makan Sehat Dinilai Saling Melengkapi
Para ahli menilai perawatan kulit terbaik justru berasal dari kombinasi pola makan sehat dan penggunaan skincare yang tepat. Keduanya memiliki fungsi berbeda, tetapi dapat saling mendukung untuk menjaga kesehatan kulit secara optimal.
Menurut Perretta, kulit merupakan organ yang dapat dirawat dari dalam dan luar tubuh secara bersamaan. Karena itu, nutrisi dan skincare tidak seharusnya dipertentangkan.
“Kulit adalah organ dua sisi yang bisa dirawat dari dalam dan luar tubuh agar hasilnya maksimal,” ujarnya.
Skincare topikal membantu menjaga kelembapan kulit, melindungi dari polusi dan paparan sinar ultraviolet, serta mengurangi iritasi di permukaan kulit. Sementara itu, nutrisi dari makanan mendukung pembentukan kolagen, memperkuat sistem imun, dan membantu regenerasi sel.
Dr. Gonzalez-Fernandez menambahkan bahwa kesehatan kulit juga dipengaruhi banyak faktor lain, seperti hormon, genetik, stres, kualitas tidur, hingga paparan sinar matahari. Karena itu, pola makan sehat saja tidak cukup untuk menjaga kondisi kulit tetap optimal.
“Skincare akan bekerja lebih baik jika didukung nutrisi dari dalam tubuh,” jelasnya.
Media Sosial Dinilai Perlu Disikapi dengan Bijak
Popularitas Eating Your Skincare memperlihatkan meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan perawatan kulit alami. Namun, para ahli mengingatkan bahwa informasi di media sosial tetap perlu disaring secara kritis.
Tidak semua tren kecantikan memiliki dasar ilmiah yang kuat. Banyak konten viral dibuat untuk menarik perhatian tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatan setiap individu.
Karena itu, masyarakat disarankan tetap berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengikuti pola konsumsi tertentu secara ekstrem. Kebutuhan nutrisi setiap orang berbeda tergantung kondisi tubuh, usia, hingga riwayat kesehatan.
Pada akhirnya, makanan sehat memang dapat membantu menjaga kulit tetap sehat dan bercahaya. Namun, nutrisi dari makanan tidak sepenuhnya dapat menggantikan fungsi skincare topikal. Kombinasi pola makan seimbang, hidrasi cukup, tidur berkualitas, dan penggunaan skincare yang sesuai tetap menjadi cara terbaik untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Baca Juga”Cara gunakan skincare yang mengandung niacinamide bagi pemula“