Warga Jakut Ikuti Pelatihan Gratis Bidang Kecantikan

kecantikan

PELATIHAN GRATIS KECANTIKAN DI JAKUT CETAK TENAGA KERJA BERSERTIFIKAT
Program MTU PPKD Jakarta Utara Perluas Akses Skill Tata Rias dan Rambut

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong peningkatan yang sangat keterampilan masyarakat melalui program pelatihan kerja berbasis komunitas dijakarta. Kali ini, Pusat Pelatihan Kerja Daerah Jakarta Utara menghadirkan pelatihan gratis bidang kecantikan bagi warga di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.

Program ini digelar melalui skema Mobile Training Unit (MTU) di Jalan Semut, RW 05, Kelurahan Penjaringan. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan vokasi langsung ke lingkungan masyarakat, khususnya bagi warga yang ingin meningkatkan keterampilan kerja tanpa biaya.

Baca Juga “Video: Gak Cuma Soal Cantik, Industri Estetika Dari Beauty ke Wellness

Kepala PPKD Jakarta Utara, Faradisa Saforda Basuni, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi dengan PKBM Anak Nagari Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan menjangkau lebih banyak peserta sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor jasa.

Pelatihan berlangsung selama 22 hari, terdiri dari 20 hari pembelajaran intensif dan dua hari uji kompetensi. Ujian tersebut diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi sebagai lembaga resmi yang memberikan pengakuan kompetensi tenaga kerja.

“Program ini menjadi langkah konkret untuk mendekatkan pelatihan kepada masyarakat sekaligus mencetak tenaga kerja yang siap pakai dan memiliki sertifikasi,” ujar Faradisa.

Sebanyak 10 peserta mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Mereka tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga peluang untuk memperoleh sertifikat ganda, yakni sertifikat kelulusan dari PPKD dan sertifikat kompetensi dari BNSP bagi yang memenuhi standar.

Instruktur pelatihan, Lala Vanniela Sari, menjelaskan bahwa kurikulum disusun mengikuti tren industri kecantikan yang terus berkembang. Pada tahap awal, peserta mempelajari teknik tata rias wajah, mulai dari riasan harian hingga rias karakter.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi penataan rambut dan perawatan kecantikan. Materi yang diajarkan mencakup creambath, hair mask keratin, pewarnaan rambut, smoothing, hingga layanan estetika seperti manicure, nail art, henna, dan pemasangan bulu mata.

“Selain keterampilan teknis, peserta juga kami bekali dasar pemasaran dan pengetahuan produk agar siap masuk ke dunia kerja atau membuka usaha sendiri,” jelas Lala.

Uji kompetensi yang akan dihadapi peserta meliputi tes tertulis dan praktik langsung. Materi ujian merupakan rangkuman dari seluruh pembelajaran selama pelatihan, sehingga peserta dapat mengukur kemampuan secara menyeluruh.

Salah satu peserta, Nursariyati, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari program ini. Ia menilai pelatihan tersebut tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi keluarga.

“Pelatihannya mudah dipahami dan sangat bermanfaat. Harapannya, setelah ini kami bisa mandiri dan membuka usaha sendiri,” ujarnya.

Program pelatihan berbasis komunitas seperti MTU dinilai efektif dalam menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor informal dan kreatif. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sektor jasa kecantikan termasuk salah satu bidang yang terus tumbuh, terutama didorong oleh tren gaya hidup dan media sosial.

Dengan adanya pelatihan ini, pemerintah berharap lahir lebih banyak tenaga kerja lokal yang kompeten dan berdaya saing. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendorong kewirausahaan baru yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, pelatihan serupa akan terus diperluas ke berbagai wilayah untuk memastikan pemerataan akses keterampilan. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem tenaga kerja yang adaptif, produktif, dan siap menghadapi kebutuhan industri modern.

Baca Juga “IMDE dan Puspita Martha International Beauty School Jajaki Kerja Sama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *